Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

BAB II PI ERIKA :)

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori
2.1.1 Pengertian Peramalan ( Forecasting )
Menurut T. Hani Handoko (2000 : 255 )
Peramalan atau forecasting adalah suatu permintaan akan produk dan jasa di waktu mendatang dan bagian-bagiannya adalah sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan produksi.
Menurut Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 : 136 )
Peramalan (forecasting) adalah seni atau ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data di masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan bentuk model matematis, bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat subjektif.
Menurut Hery Prasetya dan Fitri Lukiastuti ( 2009 : 43 )
Peramalan merupakan suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang melalui pengujian keadaan di masa lalu.
Dari ketiga pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan peramalan atau forecasting adalah suatu usaha untuk meramalkan kejadian di masa yang akan datang dengan melibatkan pengambilan data di masa lalu dan menempatkannya di masa yang akan datang untuk mengetahui seberapa besar permintaan.
2.1.2 Tipe – tipe peramalan
Menurut Hery Prasetya dan Fitri Lukiastuti ( 2009 : 44 ) tipe – tipe      peramalan diantaranya :
a)      Peramalan Ekonomi
Peramalan yang menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.
b)       Peramalan Teknologi
Peramalan yang memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, membutuhkan pabrik dan peralatan baru. Peramalan ini biasanya memerlukan jangka waktu yang panjang dengan memperhatikan tingkat kemajuan teknologi.
c)      Peramalan Permintaan
Proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan. Peramalan ini disebut juga peramalan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan pemasaran dn sumber daya manusia.

  2.1.3 Jenis Peramalan Berdasarkan Horizon Waktu
Peramalan biasanya diklasifikasikan berdasarkan horizon waktu masa depan yang dilingkupinya. Horizon waktu menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009 : 163 ) terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu antara lain :
a.       Peramalan jangka pendek.
Peramalan ini meliputi jangka wakti hingga 1 tahun, tetapi umumnya kurang dari 3 bulan. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja , penugasan kerja dan tingkat produksi.
b.      Peramalan jangka menengah.
Peramalan jangka menengah atau intermediate umumnya mencakup hitungan bulan hingga 3 tahun. Peramalan ini bermanfaat untuk merencanakan penjualan, perencanan dan anggaran produksi, anggaran kas, serta menganalisis bermacam-macam rencana operasi.
c.       Peramalan jangka panjang.
Umumnya untuk perencanaan masa 3 tahun atau lebih. Peramalan jangka panjang digunakan untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan modal, lokasi atau pengembangan fasilitas, serta penelitian dan pengembangan ( litbang ).
2.1.4 Tahapan Peramalan
   Tahapan peramalan menurut John. E Harke, Dean, W. Wichern dan G. Reitsch (2003 : 23) yaitu sebagai berikut :
a.       Pengumpulan Data
Pengumpulan data yaitu proses pengambilan data yang sesuai dengan meyakinkan kebenarannya.
b.      Pemadatan atau Pengurangan Data
Pemadatan atau pengurangan diperlukan karena mungkin saja terjadi kelebihan data dalam proses peramalan atau sebaliknya terlalu sedikit. Beberapa data mungkin tidak relvan dengan masalah dan hal ini dapat mengurangi keakuratan peramalan.
c.       Penyusunan dan Evaluasi Modal
Penyusunan dan pengevaluasian modal meliputi pencocokan data terkumpul ke dalam modal yang sesuai dalam hal meminimasi.
d.      Evaluasi Peramalan
Evaluasi peramalan melibatkan dan membandingkan nilai peramalan dengan nilai histories actual. Dalam proses ini beberapa nilai data terkini kemudian diambilkan dari gimpunan data yang sedang dianalisa.
2.1.5 Proses Peramalan
    Proses peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa mendatang melalui pengujin di masa lalu. Esensi peramalan adalah prakiraan peristiwa - peristiwa di waktu yang akan datang atas dasar pola -pola di waktu yang lalu dan penggunaan kebijakan. Proses peramalan menurut T. Hani Handoko (2000 : 260) adalah sebagai berikut :
1)      Penentuan Tujuan
Langkah pertama terdiri dari atas penentun macam estimasi yang diinginkan. Sebaliknya, tujuan tergantung pada kebutuhan – kebutuhan informasi para manajer.
2)      Pengembangan Model.
Setelah tujuan ditetapkan, lngkah selanjutnya adalah mengembangkan suatu model yang merupakan penyjian secara lebih sederhana system yang dipelajari.
3)      Pengujian Model.
Sebelum diterapkan, model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi, validitas, dan relibilitas yang diharapkan.
4)      Penerapan model
Setelah pengujian, analis menerapkan model dalam tahap ini, data historic dimasukan dalam model untuk menghasilkan suatu ramalan.
5)      Revisi dan Evaluasi
Ramalan-ramalan yang telah dibuat harus senantiasa diperbaiki dan ditinjau kembali. Evaluasi, di lain pihak merupakan perbandingan ramalan-ramalan dengan hasil-hasil nyata untuk menilai ketepatan penggunaan sutu metedologi atau teknik peramalan.
2.1.6 Metode Peramalan
   Menurut pandangan Herjanto (2006) dikatakan bahwa peramalan mempunyai 3 macam metode peramalan, yaitu :
a)      Metode Qualitative
Peramalan yang menggunakan pusat data kualitatif, hasilnya bergantung pada orang yang menyusunnya, seperti peramalan dengan metode Deplhi dan metode s-curve past.
b)      Metode Quantitative Time Series
Metode ini biasa digunakan jika datanya time series atau berdasarkan perhitungan waktu yang lalu.
c)      Metode Quantitative Casusal
Metode ini digunakan jika datanya cross-sectional. Metode Casusalitas ini menggunakan model regresi.
Metode peramalan data time series terdiri dari metode :
1)      Naive Forecasting
Metode yang melihat kecenderungan dua tahun terakhir apakah terjadi kenaikan atau tidak mengalami kenaikan dan berapa besar penjualan.
2)      Rata – Rata Kumulatif
Metode ini digunakan sebagai pengganti metode Naive Forecasting dengan data yang bervariasi yang menimbulkan kesulitan untuk membuat peramalan periode yang tidak terwakilkan dalam kondisi seperti ini maka rata-rata kumulatif dapat digunakan untuk menggantikan data tersebut.
3)      Moving Average (MA)
Metode peramalan dengan mengkombinasikan data dari beberapa periode terbaru / terakhir.
4)      Weight Moving Average (WMA)
Suatu metode peramalan yang cara perhitungannya hampir sama dengan MA, hanya berbeda pada adanya penambahan bobot pada tiap data. Data terakhir yang termasuk dalam periode perhitungan rata-rata diberi bobot yang lebih besar.
5)      Single Moving Average (SMA)
Nilai rata-rata untuk ( n ) jumlah data terbaru. Dengan munculnya data baru, maka nilai rata-rata yang baru dapat dihitung dengan menghilangkan data yang terlama dan menambahkan data yang terbaru.
6)      Double Moving Average (DMA)
Metode ini proses penentuan ramalan dimulai dengan menentukan besarnya alpha secara trial dan error.  
7)      Exponential Smoothing (ES)
Metode exponential smoothing merupakan pengembangan dari metode moving average. Dalam metode ini peramalan dilakukan dengan mengulang perhitungan secara terus menerus dengan menggunakan data terbaru. Setiap data diberi bobot, data yang lebih baru diberi bobot yang lebih besar.
2.1.7 Tujuan dan Fungsi Peramalan
   Tujuan dan funsi peramalan menurut Heizer dan Render (2006) adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu serta melihat sejauh mana pengruh di masa datang.
2.      Peramalan diperlukan karena adanya Time Lag atau Delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat impementasi.
3.      Peramalan merupakan dasar penyusun bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektifitas suatu rencana bisnis.
2.1.8 Sifat Hasil Peramalan
Dalam membuat peramalan atau menerapkan hasil peramalan ada bebrapa hal yang harus dipertimbangkan ( Arman Nasution, 2005 : 66 ) yaitu :
a.       Peramalan pasti mengandung kesalahan, artinya peramalan hanya bisa mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi tetapi tidak dapat menghilangkan ketidakpastian tersebut.
b.      Peramalan seharusnya memberi informasi mengenai berapa ukuran kesalahan.
c.       Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan dengan peramalan jangka panjang.
2.1.9 Tujuh Tahapan Sistem Peramalan
   Peramalan terdiri atas tujuh langkah dasar. Berikut ini adalah tujuh tahapan sistem peramalan menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009 : 165)
1.      menetapkan tujuan peramalan.
2.      Menentukan horizon waktu peramalan.
3.      Memilih jenis model peramalan.
4.      Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan.
5.      Membuat peramalan.
6.      Memvalidasi hasil peramalan.
7.      Menerapkan hasil peramalan.
2.1.10 Kegunaaan peramalan penjualan
Peramalan penjualan digunakan oleh bagian perencanaan dan pengawasan produksi di perusahaan. Kegunaan peramalan penjualan menurut Jay Heizer dan Barry Render (2006 : 172) adalah sebagai berikut :
a)      Untuk menentukan kebijaksanaan dalam persoalan penyusunan anggaran.
b)      Untuk pengawasan dalam persedian (inventory control).
c)      Untuk membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan produksi.
d)     Untuk pengawasan pembelnjaan (financial control).
e)      Untuk penyusunan kebijaksanaan kepegawaian (personal policies).
f)       Forecasting juga digunakan dalam decion making karena hasil forecasting merupakan informasi yang mendasari keputusan para manajer perusahaan dalam berbagai tingkatan manajemen perusahaan.
2.1.11 Manfaat Peramalan Penjualan
Manfaat peramalan penjualan menurut Suyadi Prawirosentono (2001 : 85) yaitu sebagai berikut :
a.       Penyusunan rencana anggaran penerimaan dan belanja perusahaan sebagai dasar untuk nmenentukan kebijaksanaan rencana pengadaan modal.
b.      Rencana kebutuhan tenaga kerja, bahan baku, dan fasilitas produksi di waktu mendatang.
c.       Khususnya terhadap persediaan bahan barang setengah jadi dan barag jadi, rencana produksi tersebut merupakan standar atau patokan ( yardstick) untuk perencanaan dan pegadaan persediaan bahn baku atau barang tersebut.
2.2 Kajian Penelitian Sejenis
Penelitian kajian sejenis ini diambil dari penelitian yang memiliki  kesamaan topik atau variabel yang sedang dan akan di teliti oleh penulis.
              
1.      Judul               : Analisis Peramalan Penjualan Pada Pabrik Tahu Petis
                                     LESTARI 
           Nama                : Fitri Indah Purnama
     NPM                : 11206375
     Jurusan             : Manajemen
     Pembimbing     : Chuchub Yahdianti, SE.,MM

·         Penelitian menggunakan Moving Average dengan periode 3 bulan , Weight Moving Average dengan bobot 20%, 30%, 50%, Exponential Smoothing α = 0,1, dan melalui pencarian nilai rata-rata kesalahan Peramalan yaitu MAD.
·         Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, metode yang digunakan untuk mengetahui peramalan penjualan pada Tahu Petis Lestari adalah penghitungan peramalan penjualan dengan menggunakan metode Moving Average 3 bulan sebesar 188.072 tahu dengan penyimpangan (MAD) sebesar 1656,78

2.      Judul               : Peramalan Penjualan Tempe Pada Usaha Kecil Menengah  
                                      ( UKM ) NUNGGAL HARAPAN
            Nama               : Irfan Gunawan
            NPM                : 10206483
           Jurusan            : Manajemen
           Pembimbing     :  Ir. Agus Sulaksono, MMSi.,MT
·         Penelitian menggunakan Moving Average dengan periode 3 bulan , Weight Moving Average dengan bobot 20%, 30%, 50%, Exponential Smoothing α = 0,1, dan melalui pencarian nilai rata-rata kesalahan Peramalan yaitu MAD.
·          Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode Peramalan yang terbaik untuk digunakan oleh UKM HARAPAN NUNGGAL dalam melakukan Peramalan penjualan adalah metode Moving Average 3 periode yang menghasilkan MAD sebesar 71,43 potong tempe.

2.3 Alat Analisis
2.3.1   Metode Moving Average ( Rata – Rata Bergerak / MA )
Adalah suatu metode peramalan dengan mengkombinasikan data dari  beberapa periode terbaru / terakhir. Metode ini pada dasarnya bertujuan membuat data yang berfluktuatif menjadi data yang relatif stabil ( kurang berfluktuatif ) sehingga fluktuasi dari pola data menjadi halus dan relatif merata.
Kelebihan metode ini adalah dapat diterapkan pada data jenis apapun juga baik yang sesuai dengan kurva matematik ataupun tidak. Namun kekurangannya adalah tidak mempunyai persamaan untuk peramalan dan sebagai gantinya digunakan nilai rata – rata bergerak berakhir sebagai nilai ramalan untuk periode yang akan datang.
Kelebihan MA adalah :
·         Rata – rata bergerakdapat diterapkan pada jenis data apapun,
·         Semakin panjang periodenya semakin rata kurvanya.
Kekurangan MA adalah :
·         Tidak mempunyai persamaan untuk peramalan

Rumus :    

MA =        ∑ Penjualan nyata pada n periode akhir
                                    ∑ periode (n)    
     Langkah – langkah peramalan dengan menggunakan metode Moving Average :
1)      Menentukan banyaknya periode untuk mendapatkan harga rata – rata.
2)      Membuat tabel perhitungan.
3)      Menemukan nilai total bergerak.
4)      Menemukan nilai peramalan.

2.3.2  Metode Weight Moving Average ( Rata – Rata Bergerak Tertimbang /   WMA )
Adalah suatu metode peramalan yang cara perhitungannya hampir sama dengan MA, hanya berbeda pada adanya penambahan bobot pada tiap data. Data terakhir yang termasukk dalam periode perhitungan rata – rata diberi bobot yang lebih besar.
Rumus :

WMA = ( Wt*Xt ) + ( Wt-1 * Xt-1 ) + ( Wt-2 * Xt-2 ) + .......
            Dimana :
Wt       = Bobot terbesar
Wt-1    = Bobot terbesar kedua
Wt-2    = Bobot terbesar ketiga
Xt        = Data periode terakhir
Xt-1     = Data satu periode sebelum periode terakhir
Xt-2     = Data dua periode sebelum periode terakhir


2.3.3  Metode Exponential Smoothing ( ES )
Adalah suatu metode ramalan rata - rata bergerak yang melakukan penimbangan terhadap data masa lalu dengan cara exponential. Pada metode ini peramalan dilakukan dengan cara hasil ramalan periode terakhir ditambah porsi perbedaan atau tingkat kesalahan (α) antara permintaan nyata periode terakhir dan peramalan periode terakhir.

Ft = { Ft – 1 + α ( At – 1 – Ft – 1 ) }

Dimana :
Ft               = Ramalan untuk periode sekarang (1)
Ft – 1         = Ramalan untuik periode sebelumnya ( t – 1 )
α                = Smoothing konstan ( porsi perbedaan )
At – 1        = Permintaan nyata periode sebelumnya
     2.3.4  Kesalahan Peramalan
Kesalahan peramalan mempunyai 2 unsur yang harus diperhatikan :
1)      Perbedaan antara permintaan nyata dengan peramalan ( error )
2)      Arah kesalahan, yaitu apakah permintaan nyata berada diatas atau dibawah ramalan.
Ada suatu ukuran keslahan yang umum digunakan yaitu Mean Absolute Deviasion ( MAD ), dimana ukuran ini mencari selisih antara permintaan nyata dan ramalan dengan tingkat rata – rata kesalahan selama meramalkan adalah :
Rumus :

MAD =    ∑ kesalahan 
                      N- n
Dimana :
      N  = Jumlah data penjualan
      n   = Jumlah periode

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar